Penyebab Dan Gejala Penyakit Malaria Yang Sering Terjadi

Penyebab Dan Gejala Penyakit Malaria Yang Sering Terjadi

Rabu, 13 September 2017 Kesehatan 670 Ashilla Zahra

Penyebab Dan Gejala Penyakit Malaria – Penyakit malaria merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh jenis parasit menular dan bisa menyerang siapa saja. Mulai dari anak-anak, orang dewasa, bayi, hingga ibu hamil sekalipun. Malaria juga memicu ketahanan tubuh agar terus menerus menurun secara drastis dalam waktu yang sakit. Penanganan penyakit malaria perlu dilakukan secepat mungkin agar tidak terjadi kematian.

Seperti yang telah diketahui bahwa penyakit malaria disebarkan oleh nyamuk bernama Anopheles. Dimana jenis nyamuk tersebut dapat menular melalui peredaran darah ketika menggigit orang dengan membawa parasit plasmodium. Biasanya nyamuk akan berkembang biak di lingkungan yang kotor. Adapun penyebab utama dan gejala penyakit dari malaria yang sering terjadi adalah sebagai berikut.

Penyebab Penyakit Malaria

  • Kekurangan Gizi dan Nutrisi

Kebutuhan akan gizi dan nutrisis bagi tubuh juga sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh seseorang. Jika asupan nutrisi semakin baik, maka daya imun tubuh dapat terhindar dari berbagai macam penyakit seperti malaria.

  • Daya Tahan Tubuh Lemah

Apabila pertahanan tubuh kuat, memungkinkan seseorang sulit untk terserang malaria, walaupun sudah tergigit nyauk Anopheles. Akan tetapi, jika daya tahan tubuh seseorang lemah mudah sekali untuk terinfeksi penyakit malaria.

  • Lingkungan Kotor

Sudah bukan menjadi alasan lagi jika tempat kontor memang menjadi lokasi tinggal para nyamuk anopheles. Sebaiknya hindari lingkungan yang kurang higienis, karena akan mengalami risiko tinggi terhadap penyakit malaria. Oleh karena itu, menjaga kebersihan rumah dan bak mandi penting dilakukan.

Gejala Penyakit Malaria

  • Malaria Ringan

Penyakit malaria pada gejala ringan, biasanya dialami dengan demam dan menggigil, muntah, diare, terasa nyeri pada otot,sakit kepala, mual-mual, dan pegal-pegal. Berikut dapat di bagi ke daam 3 stadium.

  1. Stadium Dingin

Penderita malaria akan merasakan dingin dan menggigil yang luar biasa. Tidak hanya itu, denyut nadi semakin cepat dan lemah, kulit kering, muntah-muntah yang berlangsung lebih dari 15 menit hingga 1 jam, serta bibir dan jari nampak kebiruan.

  1. Stadium Demam

Seseorang yang menderita malaria pada stadium demam akan merasa panas, kulit kering, muka merah, muntah, sampai kepala terasa sakit. Bahkan suhu tubuh bisa mencapai 40 derajat Celcius atau lebih. Karena itulah, penderita akan mengalami kejang-kejang.

  1. Stadium Berkeringat

Pada stadium berkeringat biasanya akan mengalami suhu tuvuh di bawah rata-rata, sehingga menimbulkan suhu tubuh menjadi dingin. Penderita akan terus menerus merasakan haus dan keadaan sangat lemah.

  • Malaria Berat

Ketika penderita sudah masuk ke tahap gejala malia berat, pastinya harus melakukan pemerikasaan di laboraturium. Adapun gejala dari penyakit malaria berat atau yang telah mengalami komplikasi adalah.

  • Sering mengigau
  • Kejang-kejang
  • Suhu tubuh sangat tinggi
  • Tidak sadarkan diri kadang hingga koma
  • Nafas cepat dan sesak nafas
  • Bicara yang salah-salah (tidak terkontrol)
  • Dehidrasi

Alangkah baiknya anda mencegah penyakit malaria daripada mengobati dengan cara selalu menjaga kesehatan tubuh dan lingkungannya.