Penjelasan Singkat Agribisnis Kelapa Sawit

Penjelasan Singkat Agribisnis Kelapa Sawit

Sabtu, 5 Januari 2019 Ternak & Budidaya 259 Kevin Hendrawan

Agribisnis merupakan bisnis pemanfaatan budidaya yang dimulai dari penanaman, panen, paska panen, pengolahan sampai dengan pemasaran. Baru-baru ini, agribisnis sedang menjadi daya tarik masyarakat. Betapa tidak, waktu yang tidak terikat saat menjalankan bisnis, keuntungan yang menggiurkan serta pasaran yang stabil membuat agribisnis semakin di gandrungi masyarakat.

Tidak lengkap rasanya jika tidak membahas agribisnis kelapa sawit. Di dalam sektor perkebunan, kelapa sawit memang primadona. Tanaman yang satu ini menjadi incaran para investor kawakan sebab kelapa sawit mampu mendatangkan profit yang luar biasa tinggi. Sayangnya, kabar tidak sedap seperti penggundulan dan pembakaran lahan untuk penanaman kelapa sawit pun tidak luput dari liputan.

Daya Tarik kelapa sawit, baik penanaman ataupun pengolahannya, membuat tanaman ini di kembang biakkan baik oleh BUMN, swasta atau rakyat. Sampai saat ini, kelapa sawit merupakan sumber minyak nabati. Indonesia bisa berbangga karena menyabet gelar penghasil sawit tertinggi dunia.

Menanam kelapa sawit bukanlah hal yang mudah, apalagi asal. Benih kelapa sawit harus di datangkan dari lembaga yang bersertifikat resmi, jelas dan terdaftar serta bertanggung jawab. Mereka kan hanya jual benih, untuk apa tanggung jawab? Nah, apabila hasil panen kelapa sawit tidak memiliki sertifikat, maka jarang ada pabrik yang mau membelinya. Singkat kata, sawit anda tidak akan ada harganya jika tidak tersertifikasi.

Maka dari itu, sebelum anda terjun menjadi pengusaha kelapa sawit, anda butuh keahlian yang detail dan khusus. Mulai dari pemilihan lahan, bibit berkualitas, perawatan, panen sampai terjual ke pabrik untuk diolah menjadi beberapa macam minyak, seperti minyak makan, bahan bakar serta minyak khusus untuk industri.

Sudah mantapkah anda menjadi pengusaha kelapa sawit?

  1. Siapkan lahan

Kelapa sawit membutuhkan lahan yang luas. Sebagai pemula, anda bisa memakai minimal 1 hektare terlebih dahulu. Beberapa tempat yang biasa digunakan untuk menjalankan bisnis kelapa sawit adalah kalimantan dan Sulawesi. Pastikan juga lahan yang anda gunakan ini mudah untuk di jangkau, sehingga akan mendukung bisnis yang anda jalankan.

Untuk satu hektare lahan, anda biasa menanam kelapa sawit antara 130 sampai dengan 180 pohon. Masing – masing pohon diperkirakan mampu menghasilkan 3 kilogram kelapa sawit. Sehingga per hektare anda bisa memperoleh 5 sampai 6 ton kelapa sawit. Nah, beberapa tipe tanah berikut merupakan tanah yang ideal untuk penanaman kelapa sawit:

Latossol – tanah ini sering juga di sebut sebagai tanah merah. Memiliki PH yang netral hingga asam tanah latossol banyak di jumpai di daerah Sumatra utara dan Sulawesi utara. Karakter tanah ini mudah menyerap air dan mengandung organik sedang.

Organosol – tanah ini terdiri atas tanah humus dan gambut. Khusus untuk humus, tidak perlu ragukan lagi kesuburannya, tetapi kalau untuk gambut, hanya kelapa sawit saja yang cocok.

Alluvial – tanah yang berasal dari endapan material, mudah di jumpai di daerah aliran sungai. Sebenarnya kesuburan tanah ini di pengaruhi oleh material yang di bawa, namun kelapa sawit cukup kuat untuk tumbuh di tanah alluvial.

  1. Penyediaan bibit

Sebagai pengusaha pemula dalam bisnis kelapa sawit, jangan pernah membeli bibit yang tidak terkualifikasi. Hal ini bisa menyebabkan anda gagal panen atau sawit yang dihasilkan memiliki kualitas buruk. Satu hektare lahan cukup sediakan 130 bibit. Bibit bisa ditanam secara monokultur, atau lebih baik dengan tumpang sari. Tanaman yang baik untuk menetralkan tanah adalah kacang – kacangan. Tanam bibit sawit dengan jarak 9 meter antar pohon.

  1. Cara tanam

Penanaman kelapa sawit dilakukan setelah musim penghujan, mengingat kelapa sawit memerlukan asuapk air yang cukup. Pastikan juga anda telah menyiapkan pupuk untuk perawatan kelapa sawit serta tenaga kerja untuk membantu anda untuk menjalankan bisnis.

Ditulis oleh Gladie Anggriawan; CEO TaniMuda