Manfaat Seledri

Manfaat Seledri

Minggu, 17 Desember 2017 Kesehatan 78 Ashilla Zahra

Barangkali banyak orang lebih dulu mengetahui bahwa daun seledri mampu menyembuhkan penyakit ginjal. Sebab, sebelumnya banyak yang mengklaim bahwa rebusan daun ini cocok diminum bagi penderita gagal ginjal.

Aggapan tersebut memang tidak salah, tetapi manfaat daun seledri rupanya tidak hanya itu saja. Tumbuhan bernama latin Apium Graveolens ini ternyata juga ampuh digunakan untuk obat asam urat lho! Hal ini dibuktikan oleh sejumlah pengakuan yang telah mencoba terapi menggunakan rebusan daun seledri guna menghilangkan nyeri sendi.

Asam urat disebabkan oleh masuknya zat purin terlalu banyak oleh tubuh. Biasanya si penderita tidak menyadari kalau ia sudah makan banyak hidangan yang mengandung zat purin. Seperti contohnya daging, seafood, makanan instan, dan biji-bijian seperti emping.

Nyeri itu akan dirasakan terus-menerus bila belum diobati secara teratur disertai dengan pengendalian gaya hidup yang disiplin. Betapa banyak orang mengeluhkan sakit asam urat, tetapi hanya mengandalkan obat dokter tanpa mau mengusahakan sendiri di rumah? Padahal, kenyatannya obat tradisional seperti daun seledri yang biasa kita lihat pada makanan seperti soto, bisa juga mengobati asam urat, bahkan lebih ampuh dua kali lipat dari obat-obatan pada umumnya.

Perlu diketahui bahwa daun seledri mengandung apiol, glikosida, kaya akan vitamin A, B1, dan C, kalsium untuk pertumbuhan tulang dan gigi, fosfor, serta zat besi. Nah, dari seluruh zat tersebut, nama glikosida lah yang diketahui mampu meredakan dan menghilangkan rasa nyeri pada sendi akibat asam urat yang tinggi.

Berbeda dengan daun salam, seledri dijamin lebih mudah buat dikonsumsi, karena bisa dimakan secara langsung. Kita bisa mencampurkannya ke dalam sayuran atau memakannya tanpa pendamping bahan lain. Jadi seperti lalapan.

Tapi, kalau lebih menyukai dalam bentuk rebusan, maka bisa dididihkan dalam air seperti merebus tanaman herbal sebelum-sebelumnya.

  1. Pertama, ambil seperempat ikat daun seledri yang sudah dicuci hingga bersih.
  2. Kemudian, siapkan 3 cup air yang dimasukkan ke dalam suatu wadah tertentu.
  3. Masukkan seledri ke dalamnya dan rebus sekitar 15 menit. Pastikan sebelum diangkat, air rebusan sudah mulai menyusut.
  4. Setelah itu biarkan sejenak hingga air rebusan berubah hangat suam-suam kuku.
  5. Minumlah satu gelas belimbing hasil rebusan seledri tadi. Anda bisa mengonsumsinya sebanyak dua kali dalam sehari, yakni pagi dan sore hari. Apabila air rebusan masih banyak, maka bisa dipindahkan ke dalam botol kaca dan simpan di dalam lemari es. Kalau pun tidak, bisa juga disimpan di tempat yang dingin.

Alternatif lain jika jenis rebusan ternyata monoton atau bosan, maka bisa menggantinya dengan jus seledri. Caranya pun terbilang mudah. Pertama, batan dan daun seledri dicuci hingga bersih, kemudian potong dan masukkan ke dalam blender. Setelah itu, tambahkan madu dan sedikit tetesan jeruk nipis agar rasanya segar dan tidak berbau, sehingga nyaman untuk diminum begitu saja.

Kalau bentuknya dalam jus seperti ini, maka sebaiknya buatlah dalam sekali konsumsi. Artinya, tidak meninggalkan sisa apalagi harus melalui ruang penyimpanan, supaya tetap fresh dan kandungan gizinya senantiasa terjaga. Usahakan minum air rebusan atau jus seledri, minimal 20 menit hingga 1 jam sebelum makan, supaya penyerapan nutrisinya benar-benar sempurna.

Selain itu, sebagai penderita asam urat maka harus rajin berolah raga dan mulai memerhatikan masalah kesehatan. Sebab, penyakit zaman sekarang sebagian besar dipengaruhi oleh makanan dan gaya hidup yang tidak sehat.