kiki widyasari mualaf

Kelahiran Prabu Angling Dharma

Sebelum Angling Dharma lahir, terdapat sebuah kerajaan yang dikenal dengan Kerajaan Hastina.

Kerajaan Hastina saat itu dipimpin oleh Raja yang dikenal dengan Raja Parikesit.

Semenjak Parikesit mempunyai beberapa orang putra, kehidupan disekitar kerajaan mulai memburuk karena terjadi persaingan perebutan tahta kerajaan.

Raja Parikesit mewariskan tahtanya kepada putranya Yudayana.

Ketika masa kepemimpinan Yudayana dimulai, kerajaan hampir mengalami kehancuran sehingga Raja Yudayana sampai berani mengubah nama kerajaannya menjadi Kerajaan Yawasita.

Perubahan nama kerajaan dilakukan bermaksud agar masa depan kerajaan yang dipimpin raja Yudayana semakin membaik.

Namun kenyataannya masa depan kerajaan Yawasita tetap tidak jaya. Sehingga tahta Raja Yudayana dia berikan kepada saudaranya Gendrayana yang dulu pernah bersaing dengan Yudayana.

Pada masa pemerintahan Raja baru Gendrayana, lingkungan kerajaan semakin membaik dan mulai ada perubahan yang lebih sejahtera.

Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya rakyat yang mengalami kelaparan dan kemiskinan.

Namun, masa kepemimpinan Gendrayana tidak terlalu lama karena dia menghukum adiknya sendiri yang bernama Sudarsana dengan dasar kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

Mendengar berita itu, Batara Narada atau seorang pendeta dari kahyangan yang bijaksana datang ke kerajaan Yawastita untuk mengadili Gendrayana.

Sebagai hukumannya, gendrayana dibuang ke hutan oleh Batara Narada.

Sedangkan adiknya Sudarsana dijadikan sebagai pengganti Gendrayana.

Gendrayana mengajak beberapa pengikut setianya untuk hidup bersamanya dan membuat kerajaan baru suatu hari nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *