Keunikan dan Daya Tarik Desa Kemiren

Keunikan dan Daya Tarik Desa Kemiren

Minggu, 16 September 2018 Wisata 74 Kevin Hendrawan

Desa Kemiren, Banyuwangi diangkat menjadi sebuah desa wisata karena kebudayaannya yang khas dan unik menjadikan desa ini sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara ataupun domestik. Kira-kira apa saja yang menjadi daya tarik desa Kemiren sehingga desa ini kemudian diangkat menjadi sebuah desa wisata?

Pengembangan Desa Wisata Kemiren

Desa wisata adat Kemiren di Banyuwangi mendapat motivasi dan dukungan oleh pemerintah melalui Keputusan Kepala Kantor Nomor: 556/4752 / 108.21 / 1995 dan potensi desa untuk menjadi desa wisata. Desa Kemiren memiliki seni budaya yang khas seperti Barong, Seblang dan tari Gandrung serta dialek khusus masyarakat Kemiren yang disebut “Bahasa Osing”.

Pengembangan desa wisata di Banyuwangi juga didasarkan pada data statistik dari Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, yang menunjukkan bahwa kunjungan pariwisata ke Banyuwangi baik domestik maupun mancanegara telah meningkat dari tahun ke tahun.

Data mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Banyuwangi pada tahun 2005/2006 adalah 9.162 orang dan pada tahun 2006/2007 telah meningkat menjadi 11.169 orang-orang.

Begitu pula pada tahun fiskal 2005/2006, jumlah wisatawan domestik yang berkunjung Banyuwangi adalah 77.892 orang dan pada tahun fiskal 2006/2007 telah meningkat menjadi 81.743 orang-orang. Pengembangan destinasi pariwisata di Banyuwangi juga didukung oleh pengembangan fasilitas seperti hotel dan restoran serta peningkatan layanan yang diberikan kepada pelanggan, menjadi lebih baik.

Desa Kemiren juga dipilih sebagai desa pariwisata karena letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Banyuwangi yakni sekitar 7 km. Desa Kemiren juga dekat dengan lereng Gunung Ijen dan memiliki karakteristik budaya Osing, yang tidak ditemukan di desa lain.

Daya tarik desa Kemiren adalah memiliki Tari Gandrung dan Tari Seblang serta seni tradisional lainnya. Lokasi Banyuwangi juga selalu menjadi lokasi alternatif untuk menuju ke Pulau Dewata, Bali.

Keunikan Desa Kemiren

Bisa dikatakan kesenian suku Osing, suku yang mendiami Kemiren, mirip dengan kesenian Bali, tetapi memiliki karakter tersendiri. Tarian, instrumen, dan kostum sangat mirip dengan Bali, begitu juga arsitekturnya. Namun, bahasa suku Osing berasal dari bahasa Jawa Kuno, berbeda dari Sunda dan Bali.

Kesenian suku Osing penuh dengan mistisisme. Tarian yang paling terkenal adalah Gandrung, Patrol, Seblang, Kebo-Keboan, Angklung, Barong Ider Bumi dan Jedor. Barong Ider Bumi atau Barong Going Around The World adalah acara tahunan yang diadakan di Banyuwangi sejak tahun 1940.

Barong adalah karakter mistik Bali yang mewakili kebaikan, tetapi Osing menggambarkannya dengan warna yang lebih hidup. Kesenian ini biasanya diadakan dua hari setelah libur Idul Fitri. Barong diarak keliling desa oleh tujuh wanita tua yang membawa alat ritual. Parade Barong ini juga melibatkan lima perempuan yang membawa nasi kuning dan uang tunai hingga Rp99.900.