Cara Lengkap Budidaya Jamur Kancing dengan Mudah

Cara Lengkap Budidaya Jamur Kancing dengan Mudah

Jumat, 28 Juli 2017 Ternak & Budidaya 9274 Ashilla Zahra

Jamur kancing (Agaricus bisporus) adalah salah satu jamur yang dapat di konsumsi. Jamur ini memiliki bentuk yang bulat dan hampir mirip seperti kancing. Jamur kancing adalah jamur yang cukup populer dan paling banyak dibudidayakan di dunia karena jamur ini bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral. Jamur kancing juga rendah kalori, sehingga sangat cocok di konsumsi oleh pelaku diet.

Proses Budidaya Jamur Kancing

Berikut adalah tahap tahap yang harus Anda lakukan untuk Budidaya Jamur Kancing:

  1. Persiapan bibit. Disarankan mengunakan bibit F3 agar dapat langsung ditebar pada media tanam dan dibudidayakan hingga masa pemanenan tiba.
  2. Persiapan media tanam. Jerami padi (100%), kapur pertanian (2,5%), dan bekatul (3%). Untuk menyuplai unsur Nitrogen, Posphor, dan Kalium, media perlu ditambah Urea (0,9%), ZA (1%), dan TSP (1,2%) dari berat jerami padi.
  3. Proses pengomposan.
    • Potong-potong jerami dengan ukuran kurang-lebih 10 – 15 cm, cuci hingga bersih,dan tiriskan hingga kelembapan jerami sekitar 65%.
    • Susun jerami dengan tumpukan 10 – 15 cm,
    • Tebarkan campuran media yang terdiri dari bekatul dan kapur di atas jerami.
    • Susun lapisan media berselang seling antar jerami dengan campuran bekatul dan kapur.
    • Keesokan harinya, campuran media dibolak balik hingga merata dan tambahkan Urea 0,9%. Bila kelembapan media tanam kurang, dapat ditambahkan air secukupnya.
    • Pada hari ke 6 tambahkan ZA 1%, kemudian aduk-aduk media.
    • Pada hari ke 10, tambahkan TSP 1,2%, aduk-aduk media, kemudian diamkan hingga hari ke 12 – 17.
  4. Sterilisasi media tanam. Proses sterilisasi media tanam dilakukan  untuk menyempurnakan proses pengomposan dan menghilangkan gas-gas beracun. Tahapannya adalah sebagai berikut:
    • Tebarkan media tanam yang telah dikompos secara merata di atas rak-rak tanam yang telah disiapkan di dalam rumah. Ketebalan media tanam sekitar 15 – 20 cm.
    • Alirkan uap panas yang berasal dari perebusan perebusan air di pembangkit uap ke dalam kubung. Naikkan suhu secara bertaqhap, dan ketika suhu mencapai 60o – 65o C, pertahankan selama 12 jam. Setelah suhu mencapai 65o – 75o C, ventilasi rumah kumbung dibuka agar suhunya turun menjadi 40o – 45o C. Jaga suhu agar tetap stabil pada kisaran 40o – 45o C selama 70 jam.
    • Selanjutnya, segera akhiri proses sterilisasi dengan cara membuka ventilasi udara hingga suhunya menjadi 32o C. Sterilisasi dapat pula dilakukann di rumah pengomposan dengan cara tutup tumlpukan kompos dengan plastik dan tungu hingga suhu mencaoai 60o C dan pertahankan selama 12 jam.
    • Selanjutnya pindahkan kompos ke rumah kumbungg dengan suhu 47o – 50o C, pertahankan suhu tersebut selama 40 jam. Kemudian lakukan pendinginan hingga suhu mencapai 32o C.
  5. Penanaman bibit. Penananaman bibit bisa dilakukan jika suhu sudah turun hingga 32o C. Cara penanaman bibit juga sangat simple yaitu dengan cara menebarkannya langsung ke rak-rak tanam yang telah diisi media. Tinggi rak tanam 15 – 20 cm, panjang 3 m dan lebar 1 meter. Untuk ukuran rak tersebut, diperlukan bibit jamur 10 – 14 botol dengan isi 220 cc. Setelah 12-14 hari miselium mulai tumbuh. Di dataran tinggi suhu ideal 28.8o – 30o C, dan untuk dataran rendah jamur champignon perlu suhu ideal 24.4o – 26.6o C dengan kelembapan 90 – 100%.
  6. Casing. Casing adalah proses pelapisan tanah setebal 3-5 cm di atas media tanam yang telah ditumbuhi miselium. Tujuannya adalah untuk menstimulir pembentukan tubuh buah, mengurangi kerusakan kompos, membantu pertumbuhan jamur, serta membantu mengurangi penguapan air.Tanah yang dugunakan untuk casing harus tanah berwarna cokelat dan berpori, pH nya 6,2 – 8, dan bebas dari hama dan penyakit. Tanah sebaiknya disterilisasi pada suhu 70o C selama 3-4 jam, atau diberi 2 liter formalin 40% per meter kubik tanah. Setelah 9 – 14 hari dari saat casing, tubuh buah biasanya sudah mulai muncul. Untuk mempercepat proses pertumbuhan jamur champignon, bukalah ventilasi di rumah kumbung.
  7. Proses Panen. Jamur dapat dipanen tiga hari setelah proses Casing. Jamur harus dipanen  tepat waktu agar jamur tidak mengalami layu dan busuk sehingga tidak dapat di konsumsi atau di pasarkan.