Cara Budidaya Ikan Komet

Cara Budidaya Ikan Komet

Selasa, 14 November 2017 Ternak & Budidaya 1050 Ashilla Zahra

Ikan Komet (Carassius auratus) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati masyarakat di Indonesia. Oleh sebab itu, banyak orang yang ingin berbudidaya ikan komet, tentunya untuk nantinya dijual dipasaran. Namun tentunya perlu pengetahuan khusus untuk budidaya ikan komet, karena jika tidak ikan komet akan mudah terserang penyakit karena ikan komet memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk memulai budidaya ikan komet:

1. Kolam

Sebenarnya untuk membudidayakan ikan komet tidak memerlukan kolam khusus, kita bisa menggunakan akuarium biasa atau menggunakan kolam buatan. Namun satu hal yang perlu diperhatikan tentunya kebersihan kolam/akuarium dari segala jenis hama, karena seperti diketahui, ikan komet sangat rentan terserang penyakit.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah menambahkan tumbuhan seperti eceng gondok pada kolam sebagai tempat perlindungan ikan komet.

2. Pemilihan Induk

Tingkat keberhasilan sebuah budidaya tentu bergantung dari indukkan, indukan yang baik akan menghasilkan anakkan yang baik pula. Untuk itu, kita juga perlu menyiapkan indukkan ikan komet yang baik. Indukkan jantan yang baik memiliki ciri bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba akan bertekstur kasar pada sirip dada. Indukkan jantan yang siap pijah akan mengeluarkan cairan berwarna putih jika diurut pelan-pelan ke arah lubang genital.

Sementara untuk indukkan betina yang baik, memiliki ciri bintik-bintik dann halus saat diraba pada sirip dada. Inddukan yang siap pijah, jika diurut akan mengeluarkan cairan berwarna kuning bening, perut jadi lembek dan lubang genital berwarna kemerahan.

Perbandingan jumlah induk Ikan Komet untuk pemijahan sebaiknya adalah 1 : 2 ( jantan : betina).

3. Penetasan Telur

Ikan komet merupakan jenis tidak yang memelihara telurnya sendiri, bahkan indukkan betina seringkali meletakkan telurnya secara sembarangan. Untuk itu, pemijahan harus dilakukan untuk menghindari terlur dimakan oleh indukkan itu sendiri.

Proses pemijahan sebaiknya dilakukan pada malam hari atau dini hari.

4. Perawatan Larva

Telur yang sudah menetas nantinya akan menjadi larva, sebaiknya jangan berikan makan larva ini selama kurang lebih 2-3 hari. Setelah berumur lebih dari 3 hari, baru berikan makan berupa kuning telur ayam yang direbus setengah matang dan kemudian diblender.

5. Pemberian Pakan

Setelah berumur 15 hari, anakkan ikan bisa diberikan pakan berupa pellet, remahan roti atau meniran.

6. Seleksi Anakkan

Pada usia 30 hari, lakukan proses seleksi anakkan. Hal ini agar diperoleh kelompok anak komet sesuai dengan ukuran serta kualitasnya.