Cara Budidaya Buah Tin Lengkap Dengan Tahap-Tahap Perawatannya

Cara Budidaya Buah Tin Lengkap Dengan Tahap-Tahap Perawatannya

Rabu, 6 Desember 2017 Ternak & Budidaya 1380 Ashilla Zahra

Buah tin merupakan buah yang berasal dari negara Arab. Buah satu ini juga sudah banyak menyebar ke negara-negara bagian Eropa, Asia dan Australia. Pohon tin merupakan pohon yang terkenal sebagai buah suci dari taman surga. Julukan ini di dapatkan oleh buah tin karena buah ini disebutkan di dalam al-quran.

Di Indonesia keberadaan buah tin cukup sulit di temui, bahkan mungkin masih banyak yang ragu untuk membudidayakannya, atau bahkan mereka masih bingung bagaimana cara pembudidayaan buah tin tersebut. buah tin memang di kenal sebagai buah arab, dan sebagian orang berpendapat bahwa buah tin hanya ada di Negara Arab saja dan hanya dapat tumbuh di Negara tersebut. Akan tetapi hal ini tidaklah benar 100% kits jugs dapat membudidayakan buah tin tersebut.

Pembudidayaan buah tin dapat dilakukan dengan cara pada umumnya untuk membudidayakan tanaman lainnya. Cukup dengan memperhatikan proses pemeliharaannya saja yang lebih ditingkatkan. Berikut beberapa cara pembudidayaan buah tin, antara lain:

  1. Cara Budidaya Buah Tin dengan Cara Stek Batang dan Cangkok

Ada beberapa cara membudidayakan buah tin kita dapat membudidayakan buah tersebut6 dengan cara pembudidayaan tanaman pada umumnya, yaitu dengan cara stek batang maupun pencangkokan.

Pertama kita akan membahas bagimana cara pembudidayaan buah tin dengan cara stek batang. Mungkin bagi seorang yang sudah sering membudidayakan tanaman dengan cara satu ini sudah tidak ada kesulitan lagi. Sebab cara stek batang pada buah tin hampir sama dengan cara stek batang pada umumnya.

  1. Potonglah batang atau cabang pohon tin yang sudah berumur. Ciri-cirinya adalah pohon yang sudah mempunyai kulit berwarna coklat atau ungu dengan ukuran batang 10 sampai 15 cm.
  2. Batang yang di stek dipotong miring.
  3. Setelah stek siap, Kemudian semai pohon tin di tempat persemaian yang sudah kamu berikan pasir atau cocopeat murni di dalamnya.
  4. Bekas potongan bagian atas pada pohon tin yang dijadikan bahan stek harus dilapisi lilin. Tujuan  dari melapisi lilin pada bekas potongan pohon tin adalah untuk mencegah kebusukan terjadi.
  5. Siramlah pohon tin hasil stek tadi setiap harinya untuk menjaga tanah tetap lembab.
  6. Setelah 45 hari, pohon tin hasil stek sudah memiliki banyak batang. Artinya pohon tin tersebut sudah siap untuk dipindahkan ke lahan baru atau ke pot.

Selanjutnya adalah pembudidayaan buah tin dengan cara pencangkokan. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan untuk budidaya buah tin dengan cara mencangkok. Berikut adalah tahap-tahap yang harus kamu lakukan untuk mencangkok pohon tin :

  1. Pertama, pilihlah pohon tin yang batangnya masih muda dan berkulit hijau, karena yang masih muda dan berkulit hijau akan lebih cepat tumbuh dan akan lebih banyak menghasilkan buah.
  2. Persiapkan plastik transparan dan juga cocopeat murni.
  3. Kemudian balut lah batang pohon tin yang ingin kamu cangkok dengan cocopeat yang sudah dibungkus dengan plastik transparan.
  4. Panjang cangkokan cukup 10 sampai 15 cm saja, usahakan jangan lebih.
  5. Ikat media cangkok pada bagian pangkal dan ujungnya dengan menggunakan tali rafia.
  6. Siramlah media cangkok setiap hari, penyiraman dilakukan melalui celah-celah yang sudah disiapkan sebelumnya.
  7. Pada masa 30 sampai 45 hari cangkok akan mulai memiliki banyak peranakan, itu artinya cangkok sudah siap di potong dan dipindahkan ke media normal.

Setelah kita membahas bagaimana cara pembudidayaan buah tin, maka selanjutnya akan di bahas bagaimana cara perawatan buah tin dengan benar. Buah tin mempunyai karakteristik sama dengan buah yang tumbuh di negara arab, seperti zaitun dan kurma. Tanaman-tanaman ini adalah jenis tanaman yang membutuhkan sinar matahari yang lebih. Maka dari itu, buah tin lebih susah berbuah di negara yang mempunyai iklim tropis seperti indonesia. Maka dari itu pohon tin juga harus memiliki perawatan yang sama dengan negara asalnya.

  • Pertama  melalui proses penyiraman, pohon tin biasa hidup di daerah yang panas, jadi tidak perlu menyiramnya setiap hari. Penyiraman dilakukan secara berkala, seperti 4 hari sekali. Dan pada saat musim penghujanan pohon tin tidak perlu di siram sama sekali. Baiknya, buah tin ditanam saat musim panas sehingga lebih mudah untuk berbuah.
  • Kedua pencahayaan, pohon tin merupakan jenis tumbuhan yang sangat membutuhkan cahaya matahari yang banyak. Karena itu, jangan sampai ada sesuatu yang menghalangi cahaya sinar matahari untuk menerangi pohon tin ini. Apabila sinar matahari tidak diberikan sesuai kebutuhannya, pohon tin akan lebih susah tumbuh dan berbuah.
  • Ketiga pemupukan, pohon tin pada awal penanamannya hanya membutuhkan pupuk daun dengan dosis secukupnya. Setelah berumur 2 tahun, barulah pohon tin diberi pupuk kandang. Tujuannya agar daun pohon tin tidak mudah rontok dan untuk mempercepat pembuahan. Tidak hanya itu selama proses perawatan sebaiknya selalu memperhatikan bagaimana keadaan tanaman tersebut salah satunya pada keadaan daun yang mengalami perubahan. Apabila hal ini terjadi anda dapat menggunting daun-daun yang sudah mengering dan menguning. Hal ini biasanya dikarenakan  virus yang ada pada daun, Jadi untuk mencegah menular ke daun lainnya, daun yang telah menguning harus dipotong. Kalau tidak dipotong ada kemungkinan semua daun akan ikut menguning dan pohon tidak dapat melakukan metamoforsis. Selain perubahan pada daun anda juga harus selalu mewaspadai keberadaan hama penggerek batang. Hama ini dapat membuat batang pohon tin menjadi keropos dan mudah patah. Pencegahan untuk hama ini adalah dengan cara menyuntikan obat tanaman pada bagian batangnya. Baiknya, tambahkan nutrisi pembantu berupa perangsang akar dan batang.