Budidaya Ikan Air Tawar

Ikan air tawar memenuhi kebutuhan manusia akan makanan terutama sebagai lauk-pauk.

Selain karena kandungan nutrisinya yang diperlukan oleh tubuh terutama protein, ikan air tawar juga diminati karena rasanya yang lezat. Bahkan seiring meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan ikan air tawar pun akan terus mengalami peningkatan.

Apalagi kebutuhan ikan tawar di pasaran masih belum mencukupi permintaan pasar dalam negeri bahkan bisa juga untuk pasar luar negeri.

Hal ini menjadikan budidaya air tawar patut dilirik, selain karena masih menguntungkan ternyata budidaya ikan tawar terbilang relatif lebih mudah dibandingkan dengan ikan air laut.

Berikut ini beberapa usaha ikan air tawar yang cukup digemari,

1. Ikan Gurame

Ikan Gurame atau ikan Gurami (Osphronemus goramy) merupakan ikan air tawar yang hidup dalam habitat rawa, sungai, atau kolam.

Ikan Gurame cukup digemari oleh masyarakat karena rasanya yang khas, terutama dengan banyaknya olahan masakan Indonesia yang menggunakannya.

Budidaya ikan Gurame pun cukup mudah jika melihat kebiasaan dari ikan Gurame pada habitatnya. Biasanya telur ikan Gurame menempel pada tumbuhan air sebagai sarang.

Setelah telurnya menetas, induk ikan Gurame akan menjaga anaknya.

Jika dilakukan secara intensif, pembesaran ikan Gurame bisa tumbuh hingga berukuran 0,5 – 1 kg per ekor.

Ikan Gurame di Negara lain biasanya dipelihara sebagai ikan hias di dalam akuarium. Namun di Asia Tenggara dan Asia Tengah ikan ini justru menjadi salah satu ikan konsumsi favorit.

2. Ikan Nila

Ikan Nila (Orechromis niloticus) aslinya berasal dari benua Afrika tepatnya di perairan sungai Nil dan danau Tangiya, Nigeria.

Budidaya ikan nila akan sangat cocok jika dilakukan pada daerah yang memiliki sumber air bersih melimpah. Proses pembibitan ikan Nila juga tergolong mudah.

Sepasang induk ikan nila bisa memproduksi antara 250 hingga 1.000 butir telur. Sementara itu waktu persiapan dari telur hingga menjadi benih berukuran 5 – 8 cm memerlukan waktu sekitar 60 hari.

Oleh sebab itu bisa dibilang ikan nila adalah salah satu jenis ikan air tawar yang pertumbuhannya cepat. Sebab jenis ikan Nila unggul bisa tumbuh hingga 4,1 gram per hari.

Pertumbuhan ini lebih akan lebih cepat pada ikan nila jantan dibandingkan betina. Untuk membesarkan ikan nila hingga siap konsumsi membutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan.

3. Ikan Lele

Ikan Lele (Clarias sp.) merupakan jenis ikan air tawar paling populer di masyarakat.

Selain disukai karena dagingnya yang lunak, durinya juga sedikit dan harganya murah. Banyak pula warung makan yang menggunakan ikan lele sebagai salah satu menu sajiannya.

Oleh sebab itu budidaya ikan Lele juga terbilang paling diminati karena perawatannya yang mudah dan juga cepat tumbuhnya.

Habitat ikan Lele juga tergolong mudah dan praktis, menjadikan ikan ini idola. Meskipun ikan Lele ini memiliki banyak jenis, namun di Indonesia pada umumnya hanya tiga spesies yang dibudidayakan.

Ikan Lele memang terbilang efisien untuk dibudidayakan, rasio pakan menjadi daging ikan Lele bisa mencapai hingga 1:1. Artinya, dalam setiap pemberian pakan ikan Lele sebanyak 1 kg mampu menghasilkan 1 kg pertmbahan berat ikan.

4. Ikan Patin

Ikan Patin (Pangasius sp.) adalah salah satu ikan yang dibudidayakan di Indonesia.

Terdapat 14 jenis ikan Patin namun pada umunya yang sering dibudidayakan adalah ikan Patin asal Thailand yaitu Pangasius hypothalamus. Kebutuhan ikan Patin di pasaran terus mengalami peningkatan.

Bahkan Indonesia sampai harus mengimpornya dari Vietnam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan Patin di dalam negeri. Maka dari itu prospek ikan Patin ini juga bisa dibilang masih sangat terbuka lebar bagi pembudidaya.

Ikan Patin bisa dibesarkan dengan kepadatan kolam 20 – 30 ekor per meter kubik. Selain itu tidak ada patokan baku ukuran ikan Patin yang siap konsumsi.

Sehingga akan sangat bergantung pada selera pasar masing-masing daerah. Biasanya ikan Patin dibudidayakan selama sekitar 6 bulan.

5. Ikan Mas

Ikan Mas (Cyprinus carpio) masuk ke Indonesia dibawa oleh orang Eropa dan Tiongkok.

Kemudian ikan Mas berkembang menjadi salah satu budidaya ikan air tawar yang penting. Ikan Mas sangat cocok dikembangkan di lingkungan beriklim tropis seperti Indonesia.

Sebab suhu ideal bagi pertumbuhannya adalah antara 23 – 30 derajat celcius. Ikan ini juga bisa dibudidayakan di kolam tanah, kolam air deras, maupun jarring terapung.

Salah satu praktek pemijahan ikan ini yang cukup legendaris adalah dengan menggunakan kakaban ijuk.

Praktek ini bahkan masih sering digunakan oleh pembudidaya ikan hingga saat ini. Secara total, proses budidaya ikan Mas hingga siap konsumsi memerlukan waktu antara 4 – 5 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *