Agribisnis Tanaman Perkebunan di Indonesia

Agribisnis Tanaman Perkebunan di Indonesia

Kamis, 8 November 2018 Ternak & Budidaya 109 Kevin Hendrawan

Agribisnis merupakan usaha atau bisnis di bidang budidaya, penyuplaian bahan baku, panen, pengolahan dan pemasaran serta semua hal yang mendukung kegiatan komersialnya. Dengan begitu agribisnis tanaman perkebunan merupakan usaha komersial dari hulu sampai hilir dalam sektor perkebunan. Lantas, apa saja yang bisa dikelompokkan sebagai tanaman perkebunan?

Tanaman perkebunan merupakan tanaman di luar sayur – sayuran dan bahan makanan pokok. Usia tanaman perkebunan relatif lama, antara satu tahun sampai yang tua sekalipun. Skala usaha serta pasaran tentu lebih besar. Biasanya, tanaman perkebunan di biarkan hidup bebas di alamnya, pengelolaan lahannya pun dilakukan secara manufaktur, kecuali lada dan vanili.

Kebanyakan perkebunan di kelola oleh industri – industri besar, menyerap banyak tenaga kerja, menjadi sumber pendapatan Negara serta menghasilkan produk komoditas ekspor. Salah satu yang paling menjanjikan atau dengan kata lain memiliki nilai investasi yang sangat tinggi adalah perkebunan kelapa sawit.

Mengapa kelapa sawit? Hal ini tentu di sebabkan karena kelapa sawit menjadi sumber minyak ke dua yang mampu memproduksi minyak untuk konsumsi, bahan bakar serta minyak industri. Akan tetapi, agribisnis tidak hanya kelapa sawit saja, masih banyak tanaman lain yang digunakan dalam agribisnis tanaman perkebunan seperti: karet, kapas, kakao, kayu manis dan kopi.

Agribisnis saat ini sedang ramai di perbincangkan, bahkan menjadi primadona dan mulai di lirik para investor. Lantas bagaimanakah peluang agribisnis tanaman perkebunan dan cara merintisnya? Berikut ini penjelasannya:

Peluang agribisnis di Indonesia sangat menjanjikan. Selain dukungan alamnya, memiliki iklim tropis, pangsa pasar Indonesia juga masih terbuka lebar. Bagusnya lagi, agribisnis dapat dilakukan oleh siapapun, karena waktu yang fleksibel dan santai jika hanya dilakukan sebagai bisnis sampingan. Mesipun begitu, keuntungan yang di perolehpun menggiurkan dan relatif stabil.

Cara Merintis Agribisnis Bagi Pemula

  1. Pencarian bahan baku

Tidak dapat di pungkiri, bisnis sekecil apapun, pasti memerlukan modal yang bagus. Nah mungkin anda bertanya – Tanya, kenapa saya menaruh pencarian bahan baku di nomor pertama? Karena contoh agribisnis yang akan saya perkenalkan kali ini adalah kopi. Mengingat kopi memiliki cerita panjang sebelum disajikan dalam cangkir, anda harus memahami terlebih dahulu karakter kopi yang akan anda tanam nantinya.

Ini juga bisa dikatakan sebagai bahan embelajaran. Belajar menganalisa jenis kopi apa yang paling baik pasarannya, bagaimana penanamannya, apakah memerlukan lahan dengan kriteria tertentu atau tidak, cara panen dan pengolahan, lama penyimpanan serta proses peracikan kopi. Gamblangnya, saya pilih pencarian bahan baku di nomor 1 agar anda tidak salah tanam jenis kopi nantinya.

  1. Pengolahan komoditi

Setelah mengetahui berbagai jenis kopi dan pengolahannya, anda bisa mulai meracik kopi dengan bantuan barista dan membuka kedai kopi kecil – kecilan. Jangan lupa juga, kopi juga bagus untuk oleh – oleh.

  1. Pemasaran

Pemasaran adalah seni mendapatkan uang, banyak yang bisnisnya terkendala karena pemasaran. Oleh karena itu anda bisa manfaatkan semua media sosial yang anda miliki, relasi dan mitra usaha. Gandeng juga beberapa toko penyedia oleh – oleh atau hotel. Bukan hanya itu saja, selain buka kedai kopi, anda juga bisa menjemput bola dengan cara membuat kedai kopi keliling. Selain tampilan kopi, pastikan juga rasanya nikmat.

  1. Penanaman kopi

Ini saatnya, penanaman! Setelah anda wara wiri dan paha betul apa kebutuhan bahan pokok usaha anda, bagaimana cara perawatan dan produksinya, saatnya anda mulai menanam kopi. Jenisnya di sesuaikan degan yang anda butuhkan, ini akan sangat menghemat bahan baku bukan? Apabila saat panen telah tiba, anda tidak perlu khawatir stok bahan baku menipis, sekarang, andalah pemilik agribisnis kopi!

Ditulis oleh Gladie Anggriawan (TaniMuda)